Mengenal Tardigrada, Hewan Kecil Yang Super Kuat

Published 3 years ago -


Mungkin sebagian dari kalian akan berpikir bahwa hewan seperti gajah, singa dan buaya adalah deretan hewan yang cukup terbilang kuat. Yah, sih beberapa hewan tersebut terbilang kuat karena berada di habitat mereka. Nah, pertanyaannya bagaimana jika mereka dibawah keluar habitat? Apakah akan tetap terbilang kuat, saya rasa tidak! Kenapa tidak? Karena jika mereka mengalami perubahan seleksi alam yang luar biasa? Mereka pasti akan punah! Nah, kali ini saya akan bahas tentang hewan kecil tetapi menyeramkan setara dengan gajah dan lainnya. Penasaran hewan apakah itu? Yuk, cari tahu.

Tardigrada atau si beruang air

Yapp, hewan ini akrab dengan sebutan Beruang Air lantran bentuknya yang mirip panda. Jika beruang atau panda berukuran mikroskopis dan memiliki delapan kaki. Hewan ini justru tidak memiliki struktur tulang belakang tetapi meski demikian, hal ini tidak mengurangi penampilan imutnya. Bisa dibilang Tardigrade adalah kandidat untuk makhluk invertebrata dengan penampilan paling menggemaskan yang pernah ada.

Nama Tardigrade berasal dari bahasa latin yang artinya “Slow Walker”. Mereka berukuran sekitar 1/100 inci panjangnya (500 Mikrometer) dan dapat dilihat dengan mata telanjang jika kita memiliki penglihatan yang baik dan dengan kondisi pencahayaan yang tepat. Namun hewan ini juga memiliki tubuh transparan dan tentu saja ini semakin mempersulit kita jika ingin melihatnya, maka dari itu sebuah mikroskop adalah pilihan yang terbaik untuk melihatnya.

Mereka memiliki kaki-kaki yang kecil, masing-masing kakinya dilengkapi dengan satu set kuku. Kaki-kaki ini tersusun dalam formasi unik, kedua kaki belakang mereka menghadap ke belakang, ini memberikan mereka kelincahan ketika memanjat lumut dan dedaunan yang jatuh di tanah. Setidaknya itulah aktivitas yang dilakukan mereka dan perlengkapan eksplorasi yang dimiliki oleh Tardigrade. Ada juga jenis yang hidup di air tawar dan di air laut. Singkatnya, beruang air ini bisa ditemukan di mana saja, segala tempat, dan segala macam bentuk lingungan yang ada di sekitar kita.

Seperti pada ular atau lobster, tardigrade memiliki struktur dasar anatomi seperti otak, sistem saraf, esophagus, perut, usus dan anus. Namun mereka tidak memiliki jantung, paru-paru dan pembuluh darah, ini dikarenakan rongga tubuh mereka yang disebut dengan “Open Hemocoel”, yang artinya bahwa semua gas dan nutrisi bisa masuk dan keluar secara efisien tanpa membutuhkan sistem metabolisme yang rumit. Kerajaan hewan (Animalia) memiliki sekitar 36 filum, salah satu filum tersebut adalah Tardigrada. Yup, benar sekali, mereka punya filum sendiri, sementara kita manusia termasuk pada filum Chordata. Tardigrade berpikir bahwa diri mereka sangat sangat spesial dan memang benar demikian adanya.

Cara Hidup Tardigrade

Makanan Tardigrada bervariasi, bergantung pada spesiesnya. Mayoritas Tardigrada memakan material tumbuhan seperti lumut & alga di mana Tardigrada hidup. Spesies yang berukuran kecil juga memakan bakteri, sementara sebagian kecil Tardigrada merupakan karniora yang memakan hewan-hewan kecil seperti nematoda, kutu, bahkan Tardigrada lainnya. Mereka makan dengan cara menghisap cairan tubuh mangsanya melalui mulutnya yang berbentuk seperti penghisap. Pemangsa Tardigrada sendiri adalah hewan-hewan seperti serangga kecil karnivora, caplak, laba-laba, hingga Tardigrada lainnya.

Sebagian besar Tardigrada yang ditemukan manusia berumah dua, artinya mereka memiliki 2 organ kelamin sekaligus dalam tubuhnya, namun hanya salah satu organ yang aktif. Pada beberapa spesies, hanya organ kelamin betinanya yang aktif sehingga memunculkan anggapan bahwa Tardigrada bisa berkembang biak dengan melakukan partenogenesis (menciptakan keturunan tanpa proses perkawinan lebih dulu) seperti yang dilakukan kutu daun (afid) maupun serangga tongkat.

Dalam populasi Tardigrada yang hidup di lumut juga terdapat individu-individu jantan & betina. Dengan kata lain, sekalipun hermafrodit, Tardigrada juga secara sadar melakukan perkawinan untuk menambah variasi keturunan mereka. Tardigrada sendiri adalah ovipar, artinya mereka bertelur. Telur-telur yang dikeluarkan Tardigrada bisa disimpan pada kulit mereka, sementara pada beberapa spesies lain telur-telurnya ditaruh begitu saja di lingkungan sekitarnya. Anakan Tardigrada yang baru menetas sangat mirip dengan Tardigrada dewasa, namun ukurannya lebih kecil & mereka melakukan pergantian kulit berulang-ulang hingga dewasa. Tardigrada normalnya hidup antara 4 bulan – 1 tahun, namun rentang umurnya bisa bertambah jauh lebih panjang ketika melalui “fase koma” macam kriptobiosis.

Kehebatan Tardigrada

Tardigrada dapat bertahan hidup tanpa air hingga 10 tahun. Ketika berada dalam lingkungan yang kering, ia mengaktifkan protein khusus bernama TDPs. Protein ini digunakan untuk membungkus tubuh Tardigrada dengan molekul yang mirip dengan kaca. Selama itu, tubuhnya akan menalami penyusutan kandungan air dari 80 persen hingga hanya 3 persen. Bukan hanya itu saja hewan ini juga dapat hidup diluar angkasa. Yah, hal ini dibuktikan oleh sebuah eksperimen yang membawa Tardigrada ke luar angkasa selama 10 hari. Hewan ini hidup di ruang hampa udara dan terkena radiasi sinar UV.  Tardigrade yang tidak terkena radiasi secara langsung hidup bahkan bertelur. Wahhh..

70 recommended
0 views
bookmark icon