Penyebab Kematian Yang Sering Terjadi Pada Remaja

Published 3 years ago -


Semua orang tentu saja menginginkan umur yang panjang dan sehat-sehat saja. Akan tetapi hidup matinya seseorang hanyalah Tuhan yang menentukan bahkan tidak memandang usia. Namun, cara berakhirnya hidup setiap orang berbeda-beda. Nah di artikel kali ini yang akan kita bahas adalah penyebab kematian yang sering terjadi pada remaja.

Penyebab Kematian Pada Remaja

Usia remaja merupakan usia emas dalam menghasilkan produk kreativitas dan juga seni yang tak ternilai. Namun arus perubahan zaman yang terus berupa secara globalisasi sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan spritual kaum remaja. Masa-masa remaja adalah hal yang indah bagi setiap anak, di mana mereka sedang semangat-semangatnya belajar dan mengetahui hal baru.

Tapi, gimana kalau di usia tersebut mereka sudah di panggil yang maha kuasa? Mungkin itu adalah hal yang begitu menyakitkan untuk orang tua. Apalagi kalau hidup mereka berakhir dengan cara tragis dan tiba-tiba, itu akan lebih menyakitkan dan membuat orang tua dan saudara terkejut. Berikut ini adalah penyebab kematian yang sering terjadi pada remaja di dunia:

Kecelakaan

Kecelakaan merupakan penyebab kematian remaja usia 10-19 tahun yang terbesar. Kejadian kecelakaan ini dua kali lipat lebih banyak terjadi pada remaja laki-laki. Jenis kecelakaannya adalah kecelakaan lalu lintas (transportasi). Misalnya tabrakan kendaraan atau kecelakaan antara kendaraan dengan pejalan kaki. Itulah mengapa pemerintah menetapkan usia minimal untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah 17 tahun. Beberapa hal yang bikin banyak kecelakaan lalu lintas dan menelan korban nyawa adalah faktor lain seperti penggunaan alkohol, obat-obatan terlarang dan tidak ketatnya penerapan peraturan lalu lintas.

Bunuh diri

Penyebab kematian paling tinggi selanjutnya di kalangan remaja usia 15-19 tahun adalah bunuh diri. Menurut data WHO bahwa depresi adalah salah satu penyebab penyakit dan disabilitas tertinggi di seluruh dunia terutama bagi remaja dan semua itu ada hubungannya dengan lingkungan di sekitar remaja. Depresi tidak bisa hilang begitu saja.

Depresi adalah gangguan jiwa yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan zat kimia, struktur dan sistem saraf pada otak. Menurut temuan WHO, kebanyakan kasus bunuh diri remaja terjadi pada remaja yang telah mengalami kekerasan, merasa terinjak harga dirinya, merasa dipermalukan dan seringkali juga tinggal di keluarga yang termasuk kurang sejahtera.

Tenggelam

Tenggelam merupakan kasus yang dapat dicegah dengan persiapan yang tepat. Pada situasi tenggelam biasanya orang akan mengalami panik, kondisi panik ini akan membuat orang untuk reflek melakukan pernapasan seperti biasa sehingga akhirnya air terhirup masuk ke dalam paru-paru.

Lembaga kesehatan dunia, World Health Organization (WHO) mengatakan kini kejadian tenggelam adalah termasuk dalam salah satu penyebab kematian tertinggi. Dari survei yang dilakukan WHO secara global, ada sekitar 372.000 kematian akibat tenggelam dengan usia 5 tahun sampai usia remaja.

Biasanya hal ini terjadi karena tidak perhatian terhadap keselamatan sekitar, tidak memiliki kemampuan yang mumpuni untuk bertahan di air serta pengaruh alkohol atau obat-obatan juga bisa mempengaruhi.

Penyakit saluran pernapasan bawah kronis

Penyakit saluran pernapasan bawah kronis adalah kumpulan penyakit paru-paru yang menyebabkan penyumbatan aliran udara dan masalah terkait pernapasan terutama penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) juga bronkitis, emfisema dan asma. Angka kasus asma secara nasional diperkirakan lebih banyak ditemukan pada perempuan daripada laki-laki. Sekitar 80 persen kematian akibat PPOK dapat dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Risiko penyakit paru-paru kronis dapat ditekan dengan berhenti merokok, menghindari asap rokok, polusi udara, asap bahan kimia dan debu.

Serangan jantung

Serangan jantung juga merupakan salah satu penyebab kematian yang terjadi pada remaja dan juga pada kalangan masyarakat. Hal ini juga sering dikenal dengan istilah penyakit jantung koroner. Biasanya orang yang mengalami serangan jantung terutama pada fase yang parah akan mengalami kematian mendadak.

Kekerasan antar pribadi

Bagi remaja laki-laki berusia 15-19 tahun, kekerasan antar pribadi adalah salah satu penyebab kematian tertinggi terutama di negara-negara dengan ekonomi menengah ke bawah. Ada banyak banget jenis kekerasan antar pribadi yang dapat menyebabkan kematian. Mulai dari pembunuhan, tawuran atau bentrok antar warga hingga kekerasan seksual dan penyiksaan.

Penggunaan obat-obatan

Pembunuh lain yang tidak kalah besar ialah penggunaan obat-obatan di kalangan para remaja, obat-obatan terlarang saat ini sangat mudah menyebar di kalangan para remaja. Pengaruh dari pergaulan teman yang menjerumus ke arah tersebut sehingga banyak kita temukan para remaja kita kecanduan narkotika sehingga banyak dari mereka yang tidak bisa lepas dari ketergantungan yang berakibat pada kematian.

Diare

Diare dapat disebabkan oleh virus, bakteri, infeksi parasit atau bahkan keracunan. Diare juga sangat berkaitan dengan kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan sekitar sehingga kebersihan menjadi penting dalam pencegahan diare. Minum air mentah, minum produk susu yang tidak diproses melalui pasteurisasi dan tidak menjaga kebersihan makanan juga meningkatkan risiko diare.

Mungkin diare dinilai penyakit yang cukup sederhana bahkan obat diare pun mudah di dapat di apotek-apotek tanpa membawa resep dokter. Namun di negara berkembang, kematian yang disebabkan karena diare cukup tinggi yaitu sekitar 2,6 juta orang tiap tahunnya.

Ya itulah deretan penyebab kematian yang sering terjadi pada remaja, semoga dengan adanya artikel ini dapat menyadarkan para remaja di dunia ini agar tidak melakukan hal-hal buruk yang menyebabkan kematian dan diharapkan peran masyarakat agar saling memperhatikan.

45 recommended
0 views
bookmark icon