Wow, Inilah Beberapa Ritual Pemanggil Hujan Dari Seluruh Dunia

Published 4 months ago -


Apakah kalian menyukai yang namanya hujan? Kalau mimin yang ditanya sih mimin sangat suka hujan, karena pastinya bisa main hujan. Menurut sebuah penelitian hujan adalah sebuah fenomena alam yang mampu membuat manusia merasa senang bahkan bisa juga membuat gegana ( karena gak bisa ngapel kali ya?).

Sebenarnya hujan yang terlalu sering juga tidak baik karena pastinya dapat mengakibatkan banjir tapi jika hujan tak kunjung datang pun tak baik karena dapat mengakibatkan kekeringan pada sebagian besar wilayah. Di daerah yang sangat kering, hujan tak ubahnya seperti sebuah keajaiban dan untuk mendapatkannya diperlukan sebuah ritual.

Dari zaman yang gak enak hingga sekarang, masih banyak manusia yang melakukan ritual-ritual khusus untuk memanggil hujan. Yang biasa dilakukan untuk memanggil hujan adalah dengan mengadakan tarian, hingga beberapa persembahan agar langit mau mengasihani. Well, inilah 5 ritual pemanggil hujan yang sering dilakukan manusia dari dulu hingga sekarang.

1. Tarian Hujan Zuni dari Amerika

Tarian Zuni adalah sebuah tarian yang dilakukan oleh suku Zuni di sekitaran Sungai Zuni, New Mexico, Amerika. Ini adalah tradisi yang sudah lama dilakukan bahkan kabarnya masih ada hingga sekarang. Mereka melakukan ritual ini agar sawah mereka tidak lagi kering dan mereka bisa menikmati hasil panen.

Dalam ritual ini pria dan wanita akan menari bersama-sama. Mereka akan berdandan sedemikian rupa sesuai dengan aturan. Penari pria memakai penutup kepala yang ada tanduk rusanya. Mereka akan menari sesuai tabuhan dari pemangku adat. Setelah mereka selesai melakukan tarian pemanggil hujan, maka dalam beberapa hari hujan akan turun dengan derasnya.

2. Tarian Manerwap di Filipina

Manerwap adalah sebuah tarian yang dilakukan di Filipina, tepatnya di daerah Bontoc. Setiap tahun saat El Nino datang, daerah ini akan dilanda kekeringan yang cukup parah. Tanah tak bisa ditanami lagi hingga panen akan merosot tajam. Akhirnya penduduk setempat memilih melakukan tarian yang bernama Manerwap.

Yang melakukan tarian ini adalah orang-orang pilihan dan biasanya mereka memilih para pemuda dan kemudian mereka akan mengenakan pakaian suku lengkap dengan peralatannya. Ada yang membawa tombak dan juga perisai. Kelompok lainnya membawa tabuhan berupa gong yang digunakan untuk menari. Setidaknya sudah ratusan tahun tradisi ini bertahan dan terus dilakukan setiap tahun.

3. Pemanggill Hujan dari China

China juga memiliki tradisi pemanggil hujan yang masih dilakukan hingga sekarang. Biasanya seorang shaman atau dukun akan melakukan ritual dengan disertai nyanyian dan tarian. Tidak hanya tarian mereka juga melakukan persembahan kepada dewa yang menguasai alam beserta cuacanya termasuk hujan.

Sang dukun baru akan berhenti ketika ia sudah merasa capek dan berkeringat. Jika keringat ini mencapai tanah, maka hujan akan segera datang. Tapi jika efeknya terlalu besar maka banjir bandanglah yang akan datang. Masyarakat China selalu mempercayai jika ada naga yang mampu mendatangkan hujan dan juga banjir.

4. Ritual Caloian di Romania

Caloian adalah sebuah ritual di mana seorang anak kecil akan membuat sebuah boneka yang terbuat dari tanah liat. Boneka itu berwujud seorang anak laki-laki yang merupakan perwujudan dari Father of Sun atau ayah matahari. Boneka lain yang juga dibuat berwujud wanita yang merupakan perwujudan dari Mother of Rain atau ibu dari hujan.

Boneka ini akan dihias dan ditempatkan di tengah kebun selama tiga hari. Setelah kering, boneka akan dilarung (dihanyutkan) ke laut atau sungai hingga hilang. Ritual pemanggilan hujan ini dinyatakan selesai setelah anak kecil yang membuat boneka selesai membuat kue. Lalu di makan bersama-sama sebagai wujud keberkahan.

5. Ritual Pemanggilan Hujan di Indonesia

Apakah kalian tahu kalau Indonesia juga melakukan ritual pemanggil hujan? Pada beberapa waktu yang lalu, Indonesia pernah dilanda bencana kabut asap akibat hutan yang terbakar.

Akibat tebalnya kabut asap yang terjadi banyak warga masyarakat yang tidak bisa bernafas. Musim kemarau panjang dan El Nino membuat keadaan semakin parah. Akhirnya banyak dari warga di Indonesia terutama di Kalimantan dan Sumatra melakukan Sholat Istisqa untuk meminta hujan kepada Sang Pencipta.

Tak hanya dilakukan secara agama, beberapa daerah di Indonesia juga kerap melakukan ritual untuk mendatangkan hujan. Salah satu ritual yang dilakukan bernama Ojung dan ini berasal dari daerah Bondowoso, Jawa Timur.

Ritual ini diawali dengan tarian tradisional bernama Topeng Kuna dan juga Singa Rontek. Setelah itu ritual akan diakhiri dengan adu pukul dengan sebatang rotan. Selain untuk memanggil hujan, ritual ini juga bisa digunakan sebagai penolak mara bahaya.

Selain Ojung, ada juga sebuah ritual bernama Cowongan dari Banyumas, Jawa Tengah. Ritual ini dilakukan untuk meminta Dewi Sri menurunkan hujan. Dewi yang dipercaya sebagai dewi padi dan kesuburan ini memiliki doa yang manjur. Ritual ini biasanya dilakukan saat jelang musim tanam agar hasil panen di sawah melimpah dan terhindar dari hama tanaman.

Yah, itulah guys beberapa ritual pemanggill hujan dari seluruh dunia. Nah, bagi kalian yang ingin memanggil hujan karena gak punya pasangan, kalian bisa mencobanya sendiri hehe…, Selamat mencoba.

26 recommended
0 views
bookmark icon