Unik! Nagoro, Desa Yang Dipenuhi Ratusan Boneka Mirip Manusia

Published 4 weeks ago -


Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat dan hak asal usul. Suatu desa biasa di tempati oleh masyarakat yang cukup padat. Desa sama seperti kota yang di pimpin oleh pejabat tinggi negara. Desa memiliki kepala desa yang akan mengatur semua hak dan kewajiban yang sepatutnya dimiliki oleh masyarkat. Setiap desa memiliki banyak jumlah kepala keluarga dan anggota keluarga. Namun, berbeda dengan desa yang ada di Jepang yang dihuni oleh puluhan boneka sebagai pengganti manusia. what? boneka penghuni pengganti manusia?

Desa Dengan Penghuni Boneka

Pulau Shikoku merupakan sebuah pulau kecil di Jepang yang memiliki satu desa unik. Namanya adalah Desa Nagoro. Berbeda dengan desa pada umumnya yang dihuni oleh manusia, desa ini justru diisi oleh boneka yang mirip manusia! Waduh, menarik sekali ya! Desa Nagoro terletak di Pulau Shikoku. Desa yang hanya dihuni oleh sekitar 51 penduduk ini terletak di lembah yang terpencil. Bahkan letaknya pun cenderung tersembunyi. Uniknya, desa yang berisi hanya sedikit sekali penghuninya justru memiliki banyak penghuni lainnya yaitu “Boneka”. Jumlahnya ada sekitar mencapai ratusan. Waw! Boneka-boneka itu pun berbentuk menyerupai manusia.

Selain unik dan menakjubkan, boneka berbentuk manusia itu mungkin sering dikira manusia karena bentuknya yang mirip dengan manusia. Kalo misalnya kamu datang ke desa ini nih, mungkin kamu akan ketakutan liat bentuk-bentuk bonekanya. Boneka-boneka tersebut dibuat oleh seorang penduduk yang bernama Mizuki Ayona. Ayano Tsukimi menciptakan boneka berbentuk manusia untuk ‘menggantikan’ para penduduk desa. Diharapkan dengan adanya boneka-boneka ini, suasana desa yang tadinya sepi kini kembali ramai. Mizuki Ayona memiliki ide untuk membuat boneka manusia yang segalanya menyerupai mantan-mantan penduduk desa yang sudah tidak ada. Entah yang sudah bermigrasi entah yang sudah meninggal.

Dan yang bikin kagum, boneka tersebut memang dibuat dengan sangat mirip dengan mantan-mantan penduduk tersebut sehingga mereka terlihat nyata. Dari cara berpakaiannya, dari status kedudukan sosialnya dan dari ukuran tubuhnya. Desa ini sering disebut desa yang mati karena semakin sering ditinggali oleh penduduknya. Kebanyakan penduduk yang pindah tersebut beralasan Desa Nagoro ini terlalu terpencil sehingga memang jauh untuk menjangkau daerah perkotaan atau daerah lainnya. Sehingga Mizuki Ayona ini pun membuat hal yang sangat menakjubkan dengan menciptakan boneka-boneka itu. Dan mereka dibuat dari jerami serta kain-kain dari pakaian bekas. Ada yang lebih nyeremin lagi dari boneka ini guys. Mereka ditempatkan di segala penjuru dan tempat di desa tersebut. Ada yang ditaruh di sekolah yang sudah tidak terpakai, di halte bus, di pagar dan di beberapa gerbang. Sehingga kita seolah melihat banyak manusia yang bertebaran di sana.

Mizuki Ayano juga akan membuatkan baju-baju yang baru bagi beberapa boneka yang sudah rusak. Ide ini memang cukup brilian walaupun agak menyeramkan. Boneka-boneka tersebut juga ada ditempatkan di beberapa pematang sawah seolah-olah petani sedang mengolah padi. Atau di beberapa tempat lainnya. Yang penting Desa Nagoro ini kelihatan hidup dengan adanya boneka-boneka tersebut. Mungkin beda ceritanya buat orang-orang yang emang suka sama boneka. Mereka bisa betah banget berada di Desa Nagoro. Lain halnya dengan yang gak suka boneka atau malah melihat fenomena ini sebagai hal yang menyeramkan. Saking tersembunyinya Desa Nagoro ini, maka banyak orang yang meramalkan bahwa 4 tahun ke depan desa ini sudah akan benar-benar sepi karena ditinggalkan oleh penduduknya. Termasuk penduduk yang meninggal dunia. Walaupun masih bisa diakses dengan mudah, tapi letaknya emang agak sulit dijangkau.

Masyarakat Jepang juga berpendapat bahwa siapa pun yang datang berkunjung ke desa ini bisa memanfaatkan boneka-boneka yang ada di sana. Misalnya foto bareng. Karena dengan adanya boneka tersebut, Desa Nagoro ini jadi punya keunikan yang tidak dimiliki desa lainnya di Jepang. Konon, banyak orang yang menganggap boneka-boneka yang dibuat oleh Ayano tersebut menjadi boneka yang penuh misteri. Tergantung dari sudut mana kita memandang nya. Kalo menurut kita boneka itu adalah hal yang menakjubkan dan unik mungkin gak akan jadi serem. Tapi kalo kamu liatnya boneka-boneka tersebut menjadi simbol yang menyeramkan, maka akan terlihat seram. Soalnya nih, ada juga boneka yang ditaruh di sebuah sekolah yang sudah lama tidak digunakan. Boneka tersebut adalah boneka seorang siswa yang sudah meninggal. Nah, kalo yang ini baru nyeremin banget kan guys.

Saking terpencilnya, kamu gak akan menemukan Desa Nagoro di peta Jepang. Tapi, desa ini jadi dikenal karena keunikan penghuni bonekanya. Ayano tidak sembarangan dalam menyimpan boneka-boneka tersebut. Ia menaruh boneka-boneka menyeramkan itu di beberapa tempat yang menurutnya indah di zaman dulu saat Desa Nagoro masih banyak penghuninya. Atau di beberapa tempat yang menurutnya terdapat pemandangan yang indah. Ayano juga mengaku bahwa boneka tersebut memang terlihat menyeramkan karena terlihat sangat mirip dengan manusia. Seniman ini mengaku bahwa membuat boneka adalah hidupnya. Setiap boneka yang ia ciptakan untuk mengisi desa ini dibuat berdasarkan karakter nyata dari orang-orang yang pernah dikenalnya. Hingga saat ini, Ayano telah menciptakan setidaknya 350 boneka di Desa Nagoro. Namun kini, dengan adanya boneka-boneka di desa, Desa Nagoro mulai menarik perhatian wisatawan untuk berkunjung ke sana. Tertarik untuk mengunjunginya guys?

14 recommended
0 views
bookmark icon