Printer 3D, Mesin Percetakan Serbaguna

Published 3 months ago -


Dizaman yang serba canggih seperti sekarang ini, banyak benda-benda padat tiga dimensi yang bisa dicetak. Tidak menggunakan mesin fotokopi tetapi menggunakan Printer 3D. Yupss, alat canggih ini dapat mencetak segala jenis benda yang berukuran tiga dimensi. Hebat bukan? Mesin ini sengaja diciptakan untuk mempermudah setiap orang yang ingin mencetak benda tersebut.

Printing 3D atau dikenal juga sebagai Additive Layer Manufacturing adalah proses pembuatan objek padat 3 dimensi atau bentuk apapun dari model digital. Cara kerjanya hampir sama dengan printer laser dengan teknik membuat objek dari sejumlah layer atau lapisan yang masing-masing dicetak di atas setiap lapisan lainnya. Teknologi printing ini sendiri sebenarnya sudah berkembang sejak sekitar 1980an, namun belum begitu dikenal hingga tahun 2010an ketika mesin cetak 3D ini dikenalkan secara komersial.

Dalam sejarahnya Printer 3D pertama dibuat oleh Chuck Hull dari 3D Systems Corp pada tahun 1984. Sejak saat itu teknologi 3D printing semakin berkembang dan digunakan dalam prototyping (model) maupun industri secara luas seperti dalam arsitektur, otomotif, militer, industri medis, fashion, sistem informasi geografis sampai biotech (penggantian jaringan tubuh manusia). Benar-benar menakjubkan bukan?

Bagaimana cara kerja 3D printing?

Itu semua dimulai dengan membuat desain yang virtual terhadap objek yang kalian inginkan. Desain virtual tersebut digunakan sebagai contoh file CAD (Computer Aided Design). File CAD ini dibuat menggunakan aplikasi 3D atau dengan pemindai 3D (untuk menyalin objek yang sudah ada). Pemindai 3D dapat juga diguankan sebagai salinan digital 3D objek.

Scanner 3D menggunakan berbagai teknologi untuk menghasilkan berbagai model 3D. Baru-baru ini, perusahaan-perusahaan seperti Microsoft dan Google membiarkan perangkat keras untuk menjalankan pemindaian, misalnya Microsoft Kinect 3D. Pemodelan 3D software juga datang dalam berbagai bentuk. Ada software kelas industri dan ada juga open source perangkat lunak seperti Blender.

Bila Anda adalah seorang pemula dan jumlah pilihan agak luar biasa, kami sarankan untuk memulai dengan Tinkercad. Tinkercad memiliki versi gratis dan bekerja di browser yang mendukung WebGL, misalnya Google Chrome. Mereka menawarkan pemula pelajaran dan memiliki beberapa pilihan untuk mendapatkan objek untuk dicetak melalui berbagai layanan cetak 3D.

Jenis – Jenis Printer 3D

1. Direct dan Binder Printer 3D

Printer 3D jenis direct memiliki mekanisme kerja menggunakan teknologi inkjet. Teknologi ini sudah ada sejak 1960 ketika digunakan pada printer 2D. Meskipun teknologi inkjet digunakan ke dalam printer 3D cara kerjanya pun hampir mirip ketika digunakan ke dalam printer 2D. Dimana inkjet bergerak maju mundur sambil mengeluarkan cairan. Dan yang membedakan adalah printer 2D inkjet hanya bergerak maju mundur atau horizontal sedangkan printer 3D inkjet juga bisa bergerak vertikal ataupun diagonal sambil mengeluarkan cairan tetapi bukan tinta seperti printer 2D melainkan lilin dan polimer plastik.

Sedangkan printer 3D jenis binder dalam proses kerjanya sama menggunakan nozel inkjet untuk menuangkan cairan untuk membentuk setiap lapisan. Tetapi memiliki perbedaan dengan jenis direct, dimana jenis binder untuk melakukan pencetakan menggunakan dua bahan yang terpisah yang berupa bubuk kering dan lem cair. Dengan mekanisme kerja, pertama bubuk kering dilakukan penuangan kemudian diberikan lem cair agar terjadi pengikatan. Begitu seterusnya hingga seluruh proses selesai.

2. Photopolymerization Dan Sintering

Penamaannya berasal dari kata Photo yang berati cahaya dan polymer yang memiliki arti senyawa kimia plastik. Jadi dapat dikatakan sebagai jenis printer 3D yang memiliki cara kerja dengan meneteskan cairan plastik kemudian diberikan penyinaran laser berupa ultraviolet. Dan selama proses penyinaran ini sanggup merubah cairan menjadi bentuk padat.

Sedangkan Printer 3D jenis sintering dalam proses kerjanya melibatkan partikel padat diberikan proses penyinaran. Dan proses semacam ini biasa disebut dengan Selective laser sintering (SLS) yakni proses printer 3D yang bekerja menggunakan laser untuk mencairkan bubuk plastik yang kemudian mencair dan membeku kembali membentuk lapisan dicetak.

Tidak semua Printer 3D menggunakan teknologi yang sama. Ada beberapa cara untuk mencetak terutama untuk membuat objek. Beberapa metode menggunakan pelunakan bahan untuk menghasilkan lapisan. Selektif Laser Sintering (SLS) dan menyatu pengendapan pemodelan (FDM) adalah teknologi yang paling umum yang digunakan dalam printing 3D. Teknologi umum yang sering digunakan dalam metode ini adalah Stereolithography (SLA).

Waahh, benar-benar keren sekali. Nah, mesin ini sangat cocok banget bukan bagi kalian yang ingin mencetak benda tiga dimensi sehingga tidak perlu lagi merasa kebingungan, okee.

14 recommended
0 views
bookmark icon