Mengenal Hama Yang Memiliki Cahaya Yang Indah

Published 3 months ago -


Kunang-kunang atau dikenal sebagai hama bercahaya adalah salah satu ciptaan Tuhan yang paling menakjubkan. Hewan ini memiliki lampu kecil yang berkedip-kedip. Ini banyak ditemui di dekat danau, di tengah padang rumput dan juga disemak-semak. Kadang seseorang menangkap kunang-kudang dan memasukkannya ke dalam toples.

Kunang-kunang sebenarnya adalah sejenis kumbang yang memiliki sayap dan salah satu yang lebih umum di Amerika Utara terlihat seperti biji bunga matahari. Nama resmi itu adalah Lampyridae.

Sebenarnya ada banyak jenis dari mereka di seluruh dunia tapi banyak dari mereka yang tinggal di Amerika Utara. Secara umum, kunang-kunang lebih memilih daerah yang lembab. Mereka tampaknya tertarik pada air, seperti di sekitar kolam atau danau. Pada banyak spesies baik betina maupun jantan bisa terbang namun pada beberapa spesies hanya jantan yang bisa terbang.

Hal yang paling menarik tentang kunang-kunang adalah kemampuan mereka untuk menerangi tapi perlu untuk diketahui bahwa tidak semua spesies kunang-kunang menyala.

Kenapa kunang-kunang menyala?

Kunang-kunang adalah salah satu yang paling menarik dalam keluarga hama karena penggunaan bioluminescence mereka. Ini hanyalah kata yang bagus untuk cahaya yang dipancarkan dari organisme hidup. Cahaya muncul sebagai hasil reaksi kimia dan terletak di bawah perut bagian bawah kunang-kunang. Cahaya disebut sebagai “cahaya dingin” karena tidak menghasilkan panas. Cahaya digunakan untuk beberapa tujuan yang berbeda.

Salah satu alasan utama mengapa mereka memancarkan cahaya adalah untuk menarik pasangan. Setiap spesies sebenarnya memiliki pola kilat tersendiri untuk menarik pasangan spesies yang sama. Ini membantu pria dan wanita untuk mengenali satu sama lain. Alasan lain untuk terang adalah memperingatkan musuh untuk menjauh. Warna cahaya bisa kuning, hijau atau merah sangat pucat dan satu spesies bahkan memiliki cahaya kebiruan.

Kapan kunang-kunang keluar?

Larva kunang-kunang hidup di bawah tanah sepanjang musim dingin dan mereka mulai tumbuh di Musim Semi dan muncul di awal musim panas untuk dikawinkan. Ada periode sekitar dua minggu dan bervariasi dari tahun ke tahun, yaitu musim kawin kunang-kunang. Para ilmuwan tidak tahu mengapa hal itu sangat bervariasi, tetapi mereka berpikir bahwa suhu dan kelembaban tanah mungkin ada hubungannya dengan itu.

Setelah kawin, kunang-kunang betina bertelur di tanah yang lembab atau di bawah kulit pohon yang lembab dan larva menetas dari telur dalam waktu sekitar 4 minggu dan terus berkembang melalui beberapa tahap sampai akhirnya muncul untuk musim kawin. Siklus ini biasanya memakan waktu sekitar dua tahun.

Reproduksi kunang-kunang

Diketahui ada dua tipe ritual perkawinan kunang-kunang. Tipe pertama, kunang-kunang betina akan melepaskan cahaya yang menarik perhatian kunang-kunang jantan. Pada tipe ini, kunang-kunang betina merupakan pihak yang aktif mencari pasangan sedangkan yang jantan pasif.

Pada tipe kedua, ritual perkawinan diawali dengan kedipan-kedipan cahaya kunang-kunang jantan yang mengabarkan bahwa ia adalah perjaka atau duda kesepian yang tengah mencari kekasihnya yang kini entah di mana. Terbang kian kemari sambil berharap ada kunang-kunang betina yang sedang mejeng mencari jodoh.

Kedipan cahaya suatu jenis kunang-kunang memiliki warna, intensitas dan kekuatan yang khas sehingga hanya kunang-kunang jenis yang sama yang mampu mengartikulasikan makna kedipan cahaya tersebut. Kekhasan cahaya pada saat mencari pasangan ini pulalah yang digunakan oleh para ahli untuk membedakan berbagai jenis kunang-kunang.

Kunang-kunang betina jarang terbang mencari pasangan hidup, ia hanya menunggu di atas tanah atau rerumputan sambil berharap ada isyarat dari kunang-kunang jantan yang bakal menjadi tambatan hatinya. Ketika melihat cahaya kunang-kunang jantan, sang betina akan memberikan respon dengan pancaran cahaya yang mengisyaratkan bahwa ia telah mengenali signal sang jantan.

Selanjutnya pejantan terbang menuju betina dambaan hidupnya. Setelah dekat, kunang-kunang jantan mengeluarkan cahaya terang berkali-kali, mungkin untuk meyakinkan bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Demikian juga si betina akan mengeluarkan sinar terang yang menandakan siap bercumbu, pejantan akan mendekati betina dan kemudian mereka kawin.

Proses perkawinan terjadi dengan saling menyentuhkan kedua alat kelaminnya yang berada di ujung perut dan dilanjutkan dengan transfer paket sperma dari pejantan ke tubuh betina. Paket sperma akan disimpan di dalam abdomen betina sampai ia siap bertelur. Proses perkawinan dapat berlanjut sepanjang malam, dan pada saat itu kunang-kunang tidak mengeluarkan cahaya.

Setelah proses perkawinan, betina langsung memakan sang kekasihnya yang telah membuahi sel telurnya. Serangga jenis tertentu juga ada yang mempunyai kebiasaan seperti ini seperti Black widow, dll. Dengan memakan lawan jenisnya, maka sang betina mendapatkan tambahan protein untuk membesarkan sel telur yang ada dalam tubuhnya.

Kunang-kunang bertelur pada saat hari gelap, telur-telurnya yang berjumlah antara 100 dan 500 butir diletakkan di tanah, ranting, rumput, di tempat berlumut atau di bawah dedaunan. Pekuburan yang tanahnya relatif gembur dan tidak banyak terganggu merupakan lokasi ideal perteluran kunang-kunang.

Setelah sekitar 30 hari, muncul larva kunang-kunang menyerupai cacing memancarkan cahaya, bentuknya pipih dengan kepala kecil dan rahang kuat. Fungsi cahaya pada larva hanya untuk memperingatkan pemangsa agar tidak mencoba mengganggunya.

Aktivitas utama larva adalah makan makanan yang berupa cacing tanah, siput kecil atau serangga kecil lain.Masa larva merupakan masa paling lama yaitu sekitar1-2 tahun sebelum menjadi kepom-pong. Hanya sebagian kecil dari telur kunang-kunang menetas menjadi larva dan hanya sedikit larva yang sukses menjadi kepompong. Beberapa pemangsa memangsa telur maupun kunang-kunang yunior.

Sebelum menjadi kepompong larva akan membuat liang di dalam tanah. Selanjutnya ia akan masuk dan melingkarkan tubuhnya di dakam liang. Mulutnya akan mengeluarkan lendir lengket yang ditempelkan di dinding liang.

Setelah sebulan larva beristirahat dalam bilik, ia menanggalkan kulit untuk terakhir kali dan memasuki masa kepompong. Kepompong pada mulanya berwarna kuning pucat dan perlahan-lahan menjadi gelap, masa kepompong berlangsung sekitar 10 hari.

Kunang-kunang dewasa keluar dari kepompong dengan tubuh pucat yang akhirnya berkembang menjadi lebih gelap. Kedua pasang sayap direntangkan agar mengembang dan kering. Kunang-kunang dewasa ini tinggal di dalam bilik selama beberapa hari sampai kedua sayap depannya benar-benar keras dan membentuk elitera, perisai yang melindungi kedua sayap belakangnya yang lunak.

Kunang-kunang dewasa hidup selama 2 – 3 minggu, untuk melakukan perkawinan. Selama itu aktivitas makan kunang-kunang sangat beragam, beberapa jenis hanya mengisap cairan tumbuhan sementara jenis lainnya meneruskan kebiasaan makan seperti ketika masih larva, sebagai pemakan serangga lain atau siput-siputan kecil.

Populasi kunang-kunang

Ada beberapa teori mengapa kunang-kunang menghilang. Berikut adalah beberapa teori yang lebih umum:

  • Pengendalian Nyamuk – Banyak kota memiliki truk khusus yang melaju jalanan di lingkungan sekitar dan menyemprotkan insektisida dosis besar ke udara yang seharusnya bisa membantu mengendalikan nyamuk. Sebuah teori adalah bahwa insektisida bisa membunuh kunang-kunang.
  • Cuaca aneh -Cuaca beberapa tahun terakhir ini semakin tidak menentu terutama di Texas. Kita tidak punya banyak musim semi lagi. Itu hanya pergantian dari dingin ke panas pada dasarnya. Apakah kunang-kunang mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan perubahan pola cuaca? Kunang-kunang hanya tinggal dalam kondisi tertentu. Mereka cenderung tinggal di sekitar daerah yang hangat dan lembab jadi mungkin terlalu panas untuk mereka atau mungkin tingkat kelembabannya terlalu rendah atau tinggi. Mungkin sudah berubah terlalu banyak dan mereka tidak bisa beradaptasi?
  • Pencahayaan – Beberapa orang berpikir mungkin itu adalah lampu di kota yang menyebabkan kunang-kunang tidak saling melihat pola cahaya selama musim kawin tapi kunang-kunang telah terlihat di dalam batas kota selama bertahun-tahun sehingga tampaknya mereka tidak perlu gelap gulita dalam urutan Untuk saling bertemu dengan pasangan.
  • Semut Api – Dikatakan bahwa semut api bisa disalahkan atas hilangnya kunang-kunang karena diketahui memakan larva kunang-kunang. Karena larva kunang-kunang hidup di tanah, itu membuat mereka menjadi makanan yang cocok untuk semut api.

Itulah hal-hal yang mungkin belum Anda ketahui tentang kunang-kunang.

22 recommended
0 views
bookmark icon