Istilah Apa Aja Sih Yang Viral Ditahun 2017

Published 5 months ago -


Sejatinya, bahasa adalah sebuah sistem yang disepakati oleh kelompok masyarakat tertentu untuk digunakan dalam proses komunikasi. Makanya, bahasa perlu diatur penggunaan dan kaidahnya, khususnya dalam ragam tulisan. Kalau di Indonesia, kaidahnya atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Meski demikian, bahasa juga punya sifat yang dinamis, apalagi dalam ragam lisan. Seiring dengan berkembangnya zaman, muncul kata, frasa, dan istilah-istilah baru di tengah masyarakat. Hal-hal itu kebanyakan enggak diatur dalam PUEBI, bahkan cenderung menyalahi aturan tata bahasa. Hanya aja, saking seringnya dipakai, istilah-istilah itu jadi tenar banget, terutama di media sosial.

Tiap tahun, selalu lahir istilah-istilah baru nan gaul ini. Selama 2017,istilah-istilah gaul apa aja, sih, yang lahir dan jadi viral? Gue coba kumpulin istilah-istilah tersebut. Simak, deh!

1. Kids Jaman Now

Istilah ini tentu enggak asing di mata dan telinga lo. Soalnya, istilah ini banyak digunakan di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook. Saking masifnya persebaran informasi zaman sekarang, sulit buat menemukan siapa sebenarnya yang pertama kali menggunakan istilah ini. Dilansir dari Liputan6, meme Kak Seto yang mengomentari fenomena anak muda masa kini diduga sebagai awal dari munculnya istilah ini.

Udah jelas banget bahwa istilah kids jaman now merupakan sebuah sindiran terhadap anak-anak muda masa kini yang dianggap kurang sopan, mau semuanya mudah, doyan cari perhatian, atau udah pacaran padahal masih SD (ditambah panggilannya “ayah-bunda”). Nah, menanggapi soal istilah slang yang kayak es campur ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sampai angkat bicara serta menjadikannya celah buat mengoreksi PUEBI yang salah.

Iya, banyak orang yang enggak tahu bahwa jaman itu bukan kata bahasa Indonesia yang benar. Dilansir Kumparan, Kemdikbud pun mengoreksinya lewat media sosial. Maksudnya baik, mengedukasi masyarakat agar menyayangi bahasanya. Namun, tetap aja ada orang yang nganggap bahwa Kemdikbud justru ngelupain unsur “gado-gado” dalam istilah itu. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat, Ari Santoso, pun menerangkan bahwa istilah ini digunakan supaya proses edukasi bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat.

2. Cucok Meong

Bukan Syahrini namanya kalau enggak kreatif bikin jargon dan gaya yang selalu beda demi mencuri perhatian banyak orang. Di pertengahan 2017, Syahrini kembali muncul dengan jargon cucok meong. Jargon ini pertama kali diperkenalkan oleh Syahrini lewat unggahan videonya saat dia berjalan-jalan di Shibuya, Tokyo. Lagi-lagi, Syahrini melakukan adegan jalan cantik sambil berhitung yang kemudian diakhiri dengan ucapan, “Cucok meong!”

Dia juga menggunakan istilah ini pada saat bertemu dengan Kim Kardashian. Dia menyebut Kim sebagai sosok manusia yang cucok meong. Syahrini sendiri enggak pernah benar-benar menerangkan apa arti jargon itu secara harfiah. Namun, dari situasi yang dialami Syahrini, bisa dipastikan cucok meong adalah sebuah kondisi saat segalanya terasa menyenangkan dan bernilai. Iya, dong! Enggak semua orang bisa punya kesempatan jalan-jalan di Tokyo dan bertemu Kim Kardashian.

3. Eta Terangkanlah

Istilah ini banyak digunakan oleh netizen untuk mempertanyakan segala hal yang belum jelas, seperti hubungan lo dengan si dia. Nah, frasa ini mulai populer karena unggahan video The Bokers Gaming yang berisi seorang cowok sedang menyanyikan lagu dengan lirik tersebut.

Dilansir CNN Indonesia, lagu ini sebenarnya adalah plesetan dari lagu Opick yang berjudul “Khusnul Khotimah”. Bedanya, Opick menggunakan bahasa Indonesia. Sementara itu, cowok dalam video tadi menggunakan bahasa dan logat Sunda. Akhirnya, jadi banyak, deh, orang yang ikut-ikutan bikin parodi dari video ini. Istilah ini pun bertebaran di berbagai media sosial.

4. Generasi Micin

Mirip kids zaman now, generasi micin adalah sebuah istilah yang digunakan buat menggambarkan perilaku anak zaman sekarang yang aneh-aneh dan enggak punya malu, terutama di media sosial. Namun, istilah ini terasa lebih pedas. Soalnya, micin sering kali “dituduh” sebagai bahan penyedap pada makanan yang bikin otak enggak bisa berpikir dengan baik.

Bahan yang biasa kita kenal sebagai micin sebetulnya adalah garam natrium asam glutamat (monosodium glutamate/MSG) yang ditemukan oleh Kikunae Ikeda, Profesor Kimia Universitas Tokyo, pada 1908. Garam ini adalah garam paling stabil sehingga rasanya pun enggak asin banget, melainkan gurih (umami). Nah, MSG ini dianggap sebagai bahan yang bikin otak kita rusak setelah Dr. Ho Man Kwok mengatakan bahwa dia mengalami mati rasa di bagian belakang leher setelah mengonsumsi makanan dari restoran Tiongkok pada 1968. Dilansir Kompas.com, dia pun bikin penelitian dan nganggap bahwa MSG bertanggung jawab atas apa yang dia alami.

Setelah berbagai penelitian dilakukan, enggak ada bukti pasti bahwa MSG itu merusak otak. Meski begitu, tetap aja perlu penelitian lebih lanjut. Soalnya, bisa aja sebenarnya micin alias vetsin memang enggak cocok dikonsumsi beberapa orang atau anak bayi.

5. Tercyduk

Istilah tercyduk dipopulerkan oleh akun gosip @lambe_turah di Twitter. Istilah ini digunakan saat seorang pesohor, mulai dari selebritas hingga pejabat, kepergok melakukan hal-hal yang mereka enggak mau umbar di publik.

Tercyduk sendiri berasal dari kata “terciduk” yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti “udah diambil buat ditahan”. Nah, karena penulisannya dikreasikan, istilah ini jadi favorit banyak orang. Penggunaannya serupa, tapi enggak mesti ditujuin ke sosok ternama. Netizen biasanya ngeluarin istilah ini buat mengomentari seseorang yang ketahuan melakukan hal-hal memalukan atau enggak sesuai norma.

6. Benjol Segede Bakpao

Banyak orang enggak mempercayai kebenaran akan kecelakaan Setya Novanto (Setnov). Menanggapi hal ini, sang (mantan) pengacara, Fredrich Yunadi, mengatakan bahwa kondisi Setnov seusai tabrakan Fortuner yang ditumpanginya sangatlah parah. Dia bilang, saking parahnya kecelakaan tersebut, timbul benjol segede bakpao di kepala Setnov.

Bukannya bersimpati, netizen malah tertawa dan bikin kalimat itu jadi lelucon. Bahkan, ada juga yang bilang bahwa kalimat tersebut terinspirasi dari komik Kariage-kun. Istilah benjol segede bakpao mungkin enggak banyak dipakai kayak istilah-istilah lainnya. Namun, lo sendiri pasti langsung ngebayangin sosok Setnov, dong, kalau dengar istilah ini?

7. Unch

Unch sebetulnya adalah sebuah onomatope (kata yang dibentuk dari tiruan bunyi) dari apa yang biasa kita ucapkan saat ngelihat sesuatu yang imut, cakep, cantik, kawaii, dan sejenisnya yang bikin hati bergetar. Makanya, istilah unch ini sering ditulis di media sosial buat mengomentari sesuatu yang kita sukai.

Banyak orang yang ngerasa bahwa unch ini menyebalkan karena penggunanya dianggap sok imut. Bukan cuma itu aja, sih. Kalau lo cari artinya dalam bahasa Inggris, ternyata maknanya adalah bagian tubuh dekat organ genital. Mungkin ini bisa dikaitin lagi sama onomatope, yaitu dari ujaran seseorang saat bagian sensitifnya disentuh. Menurut lo, keresahan orang-orang terkait istilah unch itu wajar atau enggak?

Enggak ada masalah sama sekali, kok, kalau lo pakai istilah-istilah ini dalam keseharian, entah buat bercanda di media sosial atau buat ngobrol sama teman. Kayak yang tadi gue bilang, bahasa itu selalu berkembang dan punya dinamikanya sendiri. Namun, meskipun banyak memakai bahasa gaul dan istilah kekinian, lo juga enggak boleh ngelupain pedoman bahasa Indonesia yang benar. Kalau enggak begitu, bisa-bisa bahasa persatuan kita jadi terlupakan, deh. Enggak mau dong?

18 recommended
0 views
bookmark icon