Bungkul, Taman Terbaik Se-Asia

Published 10 months ago -


Taman merupakan area penyegar yang sangat cocok buat kalian yang merasa penat dengan aktivitas sehari-hari atau menjadi area untuk menjalin kasih, hehe. Taman adalah sebuah areal yang berisikan komponen material keras dan lunak yang saling mendukung satu sama lainnya yang sengaja direncanakan dan dibuat oleh manusia sebagai tempat penyegar dalam dan luar ruangan area penyegar. Nah, ngomong-ngomong soal taman, mimin mau ngebahas tentang taman Bungkul. Kenapa harus taman bungkul? Karena taman ini merupakan taman terbaik se-Asia. Sangat menarik bukan untuk dibahas? Yaa, taman ini memang sangat menarik sekali. Bagi kalian yang ingin mengetahui lebih jauh lagi mengenai taman ni, yuk intip dibawah ini.

Kota Surabaya, Jawa Timur memiliki taman-taman indah yang dibangun Pemkot Kota Surabaya, semasa kepemimpinan Bambang Dwi Hartono hingga Wali Kota yang sekarang (2010-2015), Tri Rismaharini. Beberapa taman yang dibangun di kota berjuluk Kota Pahlawan ini diantaranya, Taman Dolog atau Taman Pelangi Surabaya di Jalan A Yani yang terdapat monumen berupa pilar-pilar miring dengan susunan bergelombang yang mengeluarkan kucuran air di tiap ujungnya. Bila malam menjelang, pilar-pilar miring tersebut tampak indah dengan beragam warna-warninya.

Kemudian Taman Flora atau Kebun Bibit di Jalan Bratang. Banyak yang bisa kita jumpai di area seluas 3,1 hektar ini, mulai dari 150 jenis tanaman, lokasi outbond, binatang-binatang seperti burung, ikan, kijang polos, kijang tutul dan monyet. Juga taman baca di tiap hari Sabtu dan Minggu. Taman Prestasi di Jalan Ketabang Kali juga kerap menjadi jujugan. Taman yang tutup pada pukul sembilan malam ini memiliki banyak mainan anak-anak dan tempat untuk duduk. Selain itu taman ini juga memiliki kolam bermain air untuk anak-anak. Kolam ini berisikan air sebatas lutut anak-anak. Di akhir pekan, Taman Prestasi menjadi lebih ramai dengan adanya badut-badutan dan wisata perahu, hasil kerjasama dengan Dinas Pariwisata Kota Surabaya.

Taman Biliton atau ‘Taman Lansia’ di Jalan Biliton. Di taman ini ditaburi kerikil-kerikil yang menjadi favorit para orang-rang lanjut usia untuk berjalan telanjang kaki di atasnya. Selain itu ada pula beberapa taman baru seperti Taman Undaan dan taman di bagian belakang Surabaya Plaza yang berdekatan dengan kali. Dan yang terakhir adalah Taman Bungkul Surabaya di Jalan Darmo. Di area yang memiliki luas sekitar 900 meter ini, awalnya hanya menjadi wisata religi Sunan Bungkul. Kemudian oleh Tri Rismaharini, yang sebelum menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, menjabat sebagai Kepala Dinas Pertamanan di era Bambang DH itu menyulap Taman Bungkul menjadi taman yang sempurna dan selalu ramai pengunjung. Bahkan dinobatkan sebagai taman terbaik di dunia oleh PBB.

Taman ini dinamai Sunan Bungkul saat Saint Islam ikut berpartisipasi dalam penyebaran Islam di Jawa Timur. Makam Sunan Bungkul terletak di Taman ini. Menurut GH Von Faber, pemakaman Bungkul yang kompleks ini sudah ada sejak zaman Hindu. Kuburan dan pagar nya sendiri menunjukkan gaya arsitektur Hindu Jawa pada era Majapahit. Taman Bungkul adalah salah satu taman terbuka yang memiliki artefak budaya. Taman ini dikelilingi oleh beberapa pohon dan rumput hijau di tengah kota yang memiliki manfaat besar, baik untuk alam maupun untuk lingkungan sosial di sekitar. Area bernuansa hijau itu juga memiliki tujuan yang sangat baik yaitu agar dapat mengurangi populasi udara.

Sejak penjajahan Belanda, keberadaan taman Bungkul dipertahankan oleh pemerintah kota. Taman ini sendiri sudah menjadi kebanggaan terbesar bagi Surabaya. Taman yang berada di Jalan Raya Darmo ini dinobatkan sebagai pemenang Asian Townscape Awards (ATA), sekaligus menjadi taman kota terbaik se-Asia. Wow, Surabaya pasti merasa bangga sekali karena prestasi taman ini. Penghargaan ATA tersebut merupakan hasil penjurian ketat yang dilakukan UN Habitat, Asian Habitat Society, Fukuoka Asian Urban Research Center dan Asia Townscape Design Society. Representatif UN-HABITAT’s Regional Office for Asia and the Pacific, Mr Sato Fukasawa dan President of Asia Townscape Design Society, Mr Masaru Sato memberikannya langsung kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Sekkota Hendro Gunawan.

Taman Bungkul dinilai layak mendapatkan penghargaan kategori Taman Kota yang didedikasikan untuk masyarakat. Salah satu alasannya dikarenakan area ini terasa nyaman untuk daerah tropis. Selain memiliki keindahan desain dan lingkungan yang asri, taman Bungkul ini juga dianggap menarik karena dapat menjaga harmonisasi antara fungsionalitas kekinian serta kemudahan pemanfaatannya. Posisinya yang berdampingan dengan tempat berziarah warga dari luar daerah di Indonesia juga mengundang perhatian juri.

Penghargaan prestisius ini ternyata merupakan penghargaan pertama kalinya untuk kota Indonesia. ATA sendiri dihelat sejak tahun 2010, akan tetapi sering diadakan di kota-kota besar seperti China, Jepang dan Korea Selatan. Ibukota negara-negara ASEAN, yakni Bangkok dan Singapura, juga pernah mendapatkan penghargaan ini. Nah, sekarang ini giliran Indonesia dan Vietnam yang memperolehnya.

Wahh, ternyata tidak hanya Surabaya saja yang bangga dengan prestasi taman ini, akan tetapi Indonesia pun ikut merasa bangga pada pencapaian prestasi taman ini. Bahkan tidak hanya mereka saja yang bangga, kitapun pasti merasakan hal yang sama juga bukan? Tentu pastinya.. Memang patut diacungkan jempol dehh taman ini.

43 recommended
0 views
bookmark icon