Sejarah Dan Manfaat Es Skating

Published 5 months ago -


Seluncur es atau es skating adalah berseluncur di atas es yang dilakukan orang dengan memakai sepatu skating (sepatu seluncur). Sebilah pisau baja yang tajam dipasang pada bagian dasar sepatu. Orang dapat berseluncur karena gesekan antara pisau skating dan permukaan es menghangatkan es dan mencairkannya hingga tercipta lapisan licin. Es skating dilakukan orang sebagai rekreasi atau olahraga musim dingin. Kata skate berasal dari bahasa Jerman Kuno, schake yang berarti tulang kering.

Di negara-negara dengan musim dingin yang sangat dingin, permukaan danau, kolam, kanal, dan kadang-kadang sungai dapat membeku. Lapisan es yang terbentuk pada permukaan air cukup tebal untuk dipakai berseluncur. Pada musim dingin yang membekukan di Belanda, Finlandia, Swedia, Rusia, dan Norwegia, orang bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya dengan berseluncur. Di negara-negara yang beriklim lebih hangat, orang berseluncur di gelanggang seluncur es (arena skating). Kemampuan berseluncur di atas es merupakan keterampilan dasar untuk hoki es, skating cepat, skating indah, dan dansa es. Semuanya merupakan cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade Musim Dingin.

SEJARAH AWAL ES SKATING

Tulang rusa kutub atau tulang kuda yang diikat di bawah sepatu kulit merupakan bentuk pertama sepatu skating. Orang menggunakan sepatu skating dari tulang untuk berburu di fyord Finlandia dan Skandinavia sejak 17 abad yang lalu. Tulang kaki binatang dilubangi, dan diikat dengan sepatu memakai sabuk kulit. Sekitar abad ke-14, orang Belanda mulai memakai sepatu skating dari kayu dengan dasar sepatu dari besi. Sebatang tongkat dipegang orang sebagai alat bantu sewaktu berseluncur. Sekitar tahun 1500, orang Belanda mulai memasang pisau tipis di sepatu skating, dan tongkat tidak lagi diperlukan.

Pada abad ke-12, Belanda sudah memiliki sistem kanal yang rumit. Pekerja kanal memakai sepatu skat untuk pulang pergi ke tempat bekerja dan sewaktu bertugas. Sebagian di antaranya main balap skating untuk merebutkan hadiah uang. Pekerja kanal di Belanda kemungkinan besar adalah atlet balap skating yang pertama.

Sepatu skating dengan klem dari baja diciptakan E. V. Bushnell dari Philadelphia, Pennsylvania pada tahun 1848. Orang dapat lebih bebas berputar-putar dan meloncat selama berseluncur. Sekitar tahun 1865, atlet skating Amerika Serikat Jackson Haines memperkenalkan pisau skating dari logam berikut plat sol dan tumit yang dapat disekrupkan pada sepatu bot. Haines menambahkan gerigi depan (toe pick) pada sepatu skating. Setelah adanya toe pick pada sepatu skating, orang mulai dapat melakukan lompatan toe pick.

Glaciarium di Inggris adalah arena es skating pertama di dunia yang menggunakan mesin pembuat lapisan es. Arena ini dibuka 7 Januari 1876 oleh John Gamgee di dalam sebuah tenda dalam bangunan kecil di Chelsea, London. Pemakai waktu itu terbatas pada “bangsawan dan pria terhormat dengan syarat-syarat tertentu.

Manfaat Bermain Es Skating

Tak hanya seru, ternyata es skating juga memiliki manfaat yang baik untuk kita loh. Dan berikut ini beberapa manfaat yang bisa diperoleh ketika bermain es skating terutama bagi anak-anak, antara lain:

1. Melatih Keseimbangan Tubuh

Satu hal yang pasti dari bermain es skating ialah menjaga keseimbangan tubuh selama berada di es ring. Sedemikian sehingga permainan ini akan memaksa Anda untuk menjaga bagaimana caranya menyeimbangkan tubuh di atas permukaan es yang licin. Dengan kata lain, permainan es skating bermanfaat untuk melatih keseimbangan tubuh kamu.

2. Membantu Perkembangan Sensor Motorik

Khusus bagi anak-anak, manfaat es skating ini juga akan membantu perkembangan sensor motoriknya. Hal ini dikarenakan setiap gerakan yang dilakukannya untuk menjaga keseimbangan selama bermain es skating, akan membantu peningkatan sensor motorik di tubuhnya. Sedemikian sehingga apabila seorang anak semakin mampu menyeimbangkan diri di atas es ring, maka perkembangan sensor motorik berarti semakin baik.

3. Melatih Kinerja Otot-Otot Kaki

Sama hal ketika sedang bermain sepatu roda, bermain es skating juga akan membantu kamu melatih otot-otot kaki, yaitu mulai dari tumit, betis hingga paha. Hal ini dikarenakan kaki merupakan tumpuan akhir ketika menjaga keseimbangan. Sedemikian sehingga akan mendorong otot-otot kaki untuk berkerja ekstra karena kamu berusaha agar tidak jatuh. Oleh karena itu, kerja ekstra yang dilakukan otot-otot kaki, secara tidak langsung juga akan melatih kinerja dari otot-otot kaki tersebut, mulai dari tumit, betis, hingga paha.

4. Melangsingkan Tubuh

Selaim itu, khusus bagi kaum wanita, permainan es skating dapat membantu melangsingkan tubuh. Yang mana, sebuah penelitian di Swiss yang menyebutkan bahwa seorang wanita yang rutin bermain es skating memiliki tubuh lebih langsung daripada wanita yang tidak pernah bermain es skating. Hal ini dikarenakan es skating menjadi olahraga yang dua kali lipat lebih bagus daripada fitness dan juga aerobik. Di samping itu, korelasi yang mungkin juga bisa terjadi ialah area yang dipakai untuk bermain es skating merupakan area dingin sehingga dimungkinkan untuk mudah mengalami berat badan turun.

5. Sarana Refreshing dan Rekreasi

Khusus di Indonesia karena es skating memang belum menjadi olahraga pro, maka permainan es skating akan menjadi ajang refreshing dan rekreasi yang bisa dilakukan bersama teman maupun keluarga. Sebagai sarana refreshing karena permainan ini merupakan permainan yang sangat menyenangkan, apalagi bila dilakukan secara beramai-ramai, seperti dengan teman-teman maupun keluarga. Sedangkan sebagai sarana rekreasi karena permainan ini masih tergolong langka di Indonesia, di mana hanya ada di kawasan ibukota Jakarta.

Demikian beberapa manfaat es skating yang dapat diperoleh dari olahraga ini. Satu hal yang perlu diperhatikan sebelum bermain es skating ialah melakukan pemanasan sebelumnya agar badan tidak terlalu kaku ketika dituntut untuk seimbang di permukaan yang licin seperti es, terutama kaki yang menjadi tumpuan akhir.

50 recommended
0 views
bookmark icon