Benarkah Makanan Pedas Ini Bisa Memperpanjang Usia?

Published 2 years ago -


Siapa sih yang tak suka makan pedas dan mau lidahnya bergoyang saat makan pedas? Tentunya pasti mau dong. Terutama orang Sumatera yang suka makan pedas-pedas, demikian juga beberapa daerah lainnya pun juga menyukai makanan pedas tersebut sebagai khas tambahan buat mereka dan dijadikan bahan pelengkap menu makanan mereka dengan sambal atau cabai, yang bahkan ini berlangsung dalam setiap harinya. Dan yang cukup menarik, ada yang mengatakan bahwa kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas ini ada manfaatnya bagi kesehatan tubuh lho. Untuk itu, bagi kamu yang suka mengkonsumsi makanan pedas, maka ada sebuah kabar bagus yang dijelaskan oleh para peneliti, yaitu orang-orang yang ahli dalam kesehatan dan gizi makanan, bahwa orang yang rajin mengkonsumsi makanan pedas dapat berumur panjang.

Setelah bergabung dalam penelitian, relawan menjawab pertanyaan yang mendetail tentang riwayat kesehatan, pilihan gaya hidup dan kebiasaan makan mereka termasuk seberapa sering mereka makan-makanan pedas.

Para peneliti kemudian mencocokkan jawaban mereka dengan catatan kematian untuk melihat apakah bisa menemukan korelasi antara konsumsi rempah-rempah dan penyebab kematian. Hasilnya sungguh mencengangkan. Semakin sering relawan makan makanan pedas, semakin cenderung mereka untuk bertahan hidup hingga akhir tahun. Hal ini tetap berlaku meski faktor usia, jenis kelamin dan faktor lainnya diikutkan dalam penelitian tersebut.

Walaupun terbukti telah punya banyak manfaat tetapi para peneliti menekankan bahwa pihaknya belum bisa menunjukkan hubungan sebab-akibat antara makan yang pedas dan panjang umur. Tetapi para peneliti juga mengatakan bahwa hasil penelitian tersebut bisa digunakan untuk membantu para ilmuwan dalam menyusun makanan yang sehat, serta di dalam pembuatan suplemen herbal untuk kesehatan tubuh.

1.  Menyehatkan jantung

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin memakan makanan pedas (tetapi tidak berlebihan) memiliki masalah serangan jantung dan stroke yang lebih kecil. Hal itu karena kandungan di dalam cabai mampu mengurangi efek merusak dari kolesterol jahat (LDL). Kandungan capsaicin di dalam cabai memiliki efek anti-inflamasi. Dimana inflamasi adalah penyebab meningkatnya risiko penyakit jantung. Sehingga kandungan vitamin A dan C di dalam cabai dapat memperkuat dinding otot jantung dan panas dari lada ataupun cabai akan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Sehingga secara umum mampu memperbaiki sistem kardiovaskular.

2.  Menurunkan berat badan

Makanan pedas dapat meningkatkan metabolisme yang hasilnya berupa penurunan berat badan. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa utama dalam cabai yaitu capsaicin memiliki efek termogenik, serta membantu tubuh untuk membakar lebih banyak kalori. Sehingga dengan adanya capsaicin ini membantu penurunan berat badan, memiliki sifat penghilang rasa sakit, sebagai pengobatan untuk osteoarthritis, nyeri saraf dan nyeri pinggang. Hal ini mungkin tidak berlaku bagi semua orang. Makanan yang disertai dengan cabai membantu Kamu untuk menurunkan beberapa pon berat badan, serta memiliki efek untuk membatasi nafsu makan agar tidak berlbihan.

3.  Menghilangkan gejala flu

Capsaicin membantu meningkatkan pengeluaran keringat dan juga menghilangkan gejala flu yang mengganggu. Makanan pedas ini bekejra untuk membantu membuka salur pernapasan, Selain itu juga mengurangi resiko dan gejala sinusitis, dll. Virus influenza mengakibatkan timbulnya penyakit flu, umumnya berbagai jenis flu memiliki gejala yang sama, yang berbeda adalah tingkat keparahan penyakit. Gejalanya seperti demam, batuk, nyeri tubuh, sakit kepala, sakit tenggorokan dan mudah lelah.

Beberapa orang percaya bahwa makanan pedas dapat membantu meringankan gejala flu. Seperti cabai rawit yang sering ditambahkan dalam bahan membuat makanan. Cabai rawit selama berabad-abad dipercaya sebagai pereda nyeri, membantu sirkulasi dan masalah pencernaan, dan mengatasi masalah nafsu makan yang buruk. Walaupun belum ada penelitian yang mengaitkan langsung cabai rawit dan gejala flu, tetapi beberapa penelitian telah menemukan bahwa semprotan hidung yang mengandung capsaicin mampu mengurangi gejala hidung mampet.

4.  Memperbaiki fungsi pencernaan

Kandungan di dalam cabai bermanfaat untuk pencernaan, yaitu meningkatkan sirkulasi darah di perut, meningkatkan lapisan mukus dan membantu membunuh bakteri H.pylori penyebab sakit maag. Kemudian rempah-rempah yang ia miliki begitu banyak manfaat kesehatan. Berdasarkan penelitian, cabai, jahe dan rempah-rempah lainnya berkhasiat untuk mengurangi peradangan dan mengobati infeksi lambung. Capsaicin, senyawa kimia yang terkandung di dalam cabai dan paprika telah terbukti dapat menghambat bakteri H. pylori, penyebab paling umum dari ulkus.

Sehingga banyak orang-orang yang mempertimbangkan bumbu kunyit, untuk resep hidangan pedas, seperti kari. Konstituen aktif dari kunyit yang telah terbukti mampu mengobati sindrom iritasi usus dan ketidaknyamanan pada pencernaan secara umum dan mengobati kanker kolorektal. Hal yang perlu selalu diingat, jangan berlebihan dalam mengkonsumsi makanan pedas, karena malah dapat mengiritasi dan menginfeksi saluran kemih, selain itu membuat hidung dan mata akan mengeluarkan cairan.

5.  Pereda demam tinggi

Dengan adanya daun pohon cabe, mereka memnggunakan daun tersebut untuk untuk menurunkan demam. Caranya, siapkan segenggam daun cabai rawit, kemudian ditumbuk hingga bentuknya halus. Lalu tambahkan 1 sendok minyak selada, campurkan bahan-bahan tersebut hingga.

Terakhir tempelkan ramuan pada ubun-ubun (bisa juga dibalurkan pada seluruh tubuh). Disarankan untuk memberikan selimut yang tebal agar badan mengeluarkan keringat yang membuat panas badan menurun dengan cepat.

Percaya atau tidak? Kembali lagi ke diri masing-masing yah.. Bagi penyuka makanan pedas ini akan menjadi berita yang baik bukan? Tak sia-sia deh bagi kalian yang penyuka makanan pedas. Semoga bermanfaat.

57 recommended
0 views
bookmark icon