GIF WhatsApp Berkaitan Dengan Pornografi, Waspadalah

Published 2 weeks ago -


Apakah anda salah seorang yang menggunakan produk Whatsapp? Sudah tahukah anda bahwa sekarang ini banyak sekali masyarakat yang memperbincangkan GIF yang ada pada fitur tersebut? Kabar-kabar dari beberapa sumber yang mengatakan bahwa GIF yang ada pada fitur Whatsapp mengandung konten pornografi. Lantas akan membuat para orang merasakan kekhawatiran terhadap anak-anaknya yang menggunakan fitur tersebut.

Dengan begitu, peran orang tua juga akan memiliki tugas untuk mencaritahu apa saja GIF yang mengundang kontroversial tersebut, agar tidak salah paham dan mengerti apa saja yang akan digunakan oleh sang anak tersebut. Nah, pada perjumpaan kita kali ini melalui rangkuman yang sudah saya ulas menjadi satu dan dikupas dengan tuntas. Yuk mari simak, mengapa GIF tersebut sangat banyak diperbincang karena kontennya yang berkaian dengan pornografi.

Baru-baru ini masyaralat sangat ramai membicarakan aplikasi berkirim pesan Whatsapp yang memang bukan karena perubahan ataupu sempat lumpuh layanan ini pada 3 November lalu. Namun karena salah satu kontennya yang berbau pornografi mudah diakses pada fitur yang satu ini. Ternyata kekhawatiran masyarakat adalah seputar penggunanya yang kebanyakan masih dibawah umur. Para orangtua sangat khawatir jika anaknya akan mudah mengakses konten yang tidak seharusnya mereka gunakan. “Moms hati-hati ya, sekarang video porno bisa dicari melalui WhatsApp”

Awal Mula GIF Pornografi

Semua yang berawal dari tersebarnya pesan berantai atau Broadcast yang berisikan pesan untuk berhati-hati karena ada salah satu konten pornografi di Whatsapp tersebut. Dengan adanya Broadcast tersebut, masyarakat pun sangat heboh dan beramai-ramai memberikan tanggapan. Beberapa para pengguna fitur tersebut juga smepat berkomentar langsung lewat penyedia layanan dan sebagian lainnya bahkan langsung melayangkan protes ke Kominfo.

Dengan begitu, akan semakin gencar pulak para kepemerintahan untuk menerima dengan baik protes yang dilakukan oleh masyarakat yang melaporkan bahwa konten tersebut mengandung pornografi.  Konten pornografi ini dibilang ‘tersembunyi’ tapi sekali tahu caranya maka akan sangat mudah untuk mencari

GIF Pada WhatsApp

Konten GIF bisa didapat melalui tombol emoticon di WhatsApp. Sebenarnya konten GIF (Graphic Interchange Format) yang tersedia di WhatsApp tidak hanya melulu berbau pornografi, namun ada mesin pencari yang memungkinkan pengguna untuk mencari GIF sesuai keinginan. Misal dengan mengetik ‘school’ maka akan muncul GIF yang topiknya seputar kehidupan di sekolah. Yang menjadi ketakutan banyak orang adalah ketika kita mengetik ‘sex’ atau ‘porn’ maka akan muncul pula konten yang berhubungan dengan hal itu.

Layanan GIF ini memang bukanlah sajian yang pasti selalu terlihat saat membuka aplikasi, namun pornografi bisa diindikasikan dari pengguna yang sengaja mencarinya. Selain itu GIF yang terdapat pada WhatsApp memang tidak disediakan sendiri oleh pengembang aplikasi, melain melalui kerjasama dengan layanan penyedia seperti Tenor dan Giphy. Meskipun WhatsApp harus tetap bertanggungjawab terhadap apa yang bisa diakses dalam platform aplikasinya, mungkin karena faktor penyedia GIF dari luar-lah yang menyebabkan kontennnya lebih sulit diawasi. Netizen ramai-ramai protes ke Kominfo, bahkan memberikan kritik langsung ke pihak WhatsApp

Hasil Konferensi

Sebenarnya fitur GIF image sudah tersedia di WhatsApp sejak lama, namun baru beberapa hari ini ramai dibicarakan. Mengapa? Tentu karena beredarnya pesan berantai yang mengingatkan orang tua untuk berhati-hati. Nggak sedikit pengguna yang sebelumnya tidak menyadari fitur ini justru menjadi tau. Netizen kemudian ramai-ramai melayangkan protes baik kepada pihak pemerintah dan pihak pengembang aplikasi.

@Suhangsuheng: Telegram lebih nyata GIF pornonya itu kagak ketahuan atau memang pura2 tu ya petinggi-tingginya. Udah diblokir Pak? @rudiantara_id
@evahafsah: @WhatsApp_Indo Can you please block gif emoji on emoticons, my child can easily find inappropriate pictures by using “sex” as keyword

Kominfo pun bergerak cepat dengan menghubungi pihak WhatsApp. Pada hari ini (6/11) Kominfo kemudian menggelar konferensi pers untuk memberi pernyataan soal jawab pengembang aplikasi. Hasilnya, penyedia layanan Giphy bersedia untuk melakukan takedown terhadap konten berbau pornografi yang bisa terlihat di WhatsApp. Sementara pihak Tenor tidak merespon, sehingga Kominfo terpaksa memblokir 6 DNS Tenor. Kominfo bahkan mengancam akan memblokir WhatsApp jika tidak ada tanggapan sampai 2×24 jam, terhitung dari Rabu besok (7/11).

Meski begitu, konten berbau pornografi di WhatsApp hanya satu dari sekian banyak ancaman serupa. Upaya pemblokiran ini akan lebih efektif jika didukung upaya pencegahan. Awasi juga penggunaannya di kalangan anak muda, terutama buat anak yang masih di bawah umur.

Jika anda sebagai orangtua membuka mata lebih luas, pencarian Google sederhana pun sebenarnya bisa sama bahayanya. Layanan GIF serupa juga muncul di Twitter dan Facebook lho. Mengetikkan kata kunci ‘sex’ dan ‘porn’ di mesin pencarian mana pun maka akan memunculkan hal serupa. Kita tidak bisa terus menerus melakukan ancaman pemblokiran dan membendung arus layanan mesin pencarian.

Di sinilah peran keluarga dan orangtua seharusnya bermain. Segala kebebasan akses teknologi dan informasi di era internet ini memang sepatutnya dinikmati dengan penuh tanggung jawab. Bangunlah sebuah ikatan yang kuat, dimana ketika tanpa pengawasan orang tua pun anak akan merasa jika melakukan hal yang tidak seharusnya akan menimbulkan akibat yang buruk pada dirinya sendiri.

Sebenarnya bahkan WhatsApp sudah memberikan batasan usia pengguna pada term and condition, yaitu di atas 13 tahun. Tetapi tetaplah pengawasan orang tua dan kebijakan pengguna sangat diperlukan. Bukan hanya pada aplikasi berkirim pesan layaknya WhatsApp saja, tetapi juga aplikasi dan layanan lainnya. Gimana pendapat Kalian guys?

Tentu saja tanggapan anda mengenai hal tersebut menjadi pemikiran yang tersendiri dan anggapan soal GIF juga jika sudah mengetahuinya sudah pasti anda akan menghindari penggunaannya pada GIF tersebut. Akan tetapi, jika anda masih ingin mencarinya, mungkin sudah tak tersedia lagi. Karena sudah dihapus oleh penyedia fitur tersebut.

Sampai disini sajalah perjumpaan kita pada artikel kali ini yang sudah mengupas dengan tuntas mengenai permasalahan yang sedang banyak diperbincangkan oleh masyarkat luas. Semoga bisa memberikan informasi yang aktual dan opini juga bagi para pembaca sekalian. Akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih atas waktu dan perhatiannya.

6 recommended
0 views
bookmark icon