Bukan Mitos, Ternyata Pesan Dalam Botol Memang Ada

Published 2 weeks ago -


Guys, kalian pasti pernahkan mendengar tentang seseorang yang menulis sebuah surat kemudian dimasukkan kedalam botol kemudian dilempar ke laut atau sungai berharap jika ada yang menemukan atau membaca pesan berharap bisa dapat jodoh, teman atau apalah namanya itu.

Nah, ternyata pesan dalam botol itu ternyata bukan mitos lho, melainkan kejadian nyata yang pernah terjadi sejak dulu kala. Banyak kisah yang menceritakan tentang pesan-pesan yang dimasukkan dalam botol dan dihanyutkan ke lautan.

Cara seperti ini memang sering dilakukan oleh orang tempo dulu dan masih dikenang dalam sejarah manusia. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang fakta unik pesan dalam botol yang dilakukan oleh orang-orang dulu.

Ada yang untuk minta pertolongan, mencari jodoh bahkan untuk menentukan arus di laut pada saat itu. Yuk, kita simak aja langsung kisah-kisah pesan dalam botol ini, biar anda semua gak penasaran lagi.

Sekilas Tentang Pesan Dalam Botol

Pesan dalam botol (message in the bottle) adalah suatu bentuk komunikasi “kuno”. Caranya adalah dengan menempatkan sebuah surat atau pesan singkat di dalam sebuah tabung kedap air (bisa drum, botol kaca, botol plastik atau kontainer khusus) dan dihanyutkan ke laut atau samudera.

Biasanya pesan tersebut tidak ditujukan kepada alamat tertentu, karena sifatnya yang memang bisa mencapai wilayah mana saja tergantung arus laut.

Karena itu, penggunaan pesan dalam botol biasanya dilakukan dalam keadaan darurat seperti pesan permintaan tolong yang dilakukan kapal tenggelam, kapal rusak atau orang yang terdampar di pulau terpencil.

Namun, karena ketidakefektifan dan terkesan “untung-untungan”, pengiriman pesan dalam botol ini pun akhirnya tidak termasuk dalam sistem pengiriman pesan formal.

Namun, masih banyak orang hingga kini yang memakainya sebagai bagian dari hiburan, kesenangan dan permainan. Bahkan istilah pesan dalam botol juga sudah mengalami perubahan makna.

Bukan lagi pesan yang benar-benar disimpan dalam botol, tapi sudah mengandung frase (pengertian) mengenai sebuah pesan yang disampaikan lewat media, khusus dengan target tak terarah.

Botol memang sebuah wadah yang tepat untuk kondisi lautan. Sifat bahan pembuatnya yang dari kaca, menyebabkan botol tidak mudah terkena erosi air, kerusakan akibat air asin dan sangat sulit diurai.

Selain itu, botol tertutup rapat akan kedap air dan berisi udara di dalamnya yang memungkinkan terapung dalam waktu lama. Karena sifatnya yang mengapung, botol akan mengikuti arah angin dan arus laut hingga berhenti saat terhempar ke pantai dan daratan.

Dalam sejarah, catatan pertama penggunaan pesan dalam botol telah dilakukan pada tahun 310 SM oleh filsuf Yunani kuno Theophrastus, sebagai bagian dari eksperimen arus laut untuk memperlihatkan bahwa Laut Mediterania adalah satu aliran dengan Samudera Atlantik.

Lalu catatan lain juga membukukan bahwa Christopher Colombus (1451 sampai 1506) sang penjelajah dan penemu Benua Amerika (New World) menggunakan pesan dalam botol saat armada kapalnya dihantam sejumlah badai lautan.

Ia memasukkan laporan singkat catatan perjalanannya dan pesan khusus untuk Ratu Spanyol ke dalam sebuah drum, lalu melemparkannya ke laut. Ia berharap agar pesan itu bisa diterima, walaupun ia tak selamat dari amukan badai.

Pesan Romantis dalam Botol Ditemukan di Pantai Gaza

Miranda Chavez tak pernah menyangka, pesan dalam botol yang pernah ia tulis 29 tahun silam di Pantai Edisto, Amerika Serikat, telah ditemukan di Pulau Sapelo, Georgia.

Dikutip dari laman UPI.com, Jumat (20/10/2017), wanita yang kini berusia 37 tahun tersebut mengaku pernah melempar sebuah botol berisi pesan saat berusia delapan tahun.

“Hal ini sangat menakjubkan. Saya baru saja menerima sebuah pesan di Facebook, di mana seorang wanita bernama Linda Shouse Humphries menemukan sebuah pesan dalam botol yang pernah saya lempar ke Pantai Edison pada tanggal 26 September 1988,” ujar Miranda.

“Kala itu, saya masih berusia delapan tahun. Linda menemukan surat itu saat ia tengah berkunjung ke Pulau Sapalo, Geogia, Amerika Serikat,” tambahnya.

Miranda mengaku telah lupa akan surat tersebut. Ia menganggap, botol berisi pesan itu telah lama termakan oleh badai Hugo yang terjadi kurang dari satu tahun setelah ia melempar pesannya.

Yang mengejutkan, ketika Linda bersama sang suami, David, menemukan surat itu di lepas pantai Georgia, wilayah yang beberapa waktu lalu sempat terkena imbas badai Irma.

Linda mengaku kesulitan untuk mencari alamat Miranda yang tertera di dalam surat. Dalam pesan itu tertulis, “Hallo, nama saya Miranda.

Usia saya delapan tahun dan kini duduk di bangku sekolah kelas tiga SD di Foster Park Union S.C. Alamat rumah saya terletak di Route 5 Box 449A. Saya mengunjungi Pantai Edisto untuk menikmati akhir pekan saya,” tulis Miranda pada 26 September 1988.

“Meski Linda tak dapat menemukan alamat rumah saya, ia berhasil memberi tahu saya lewat Facebook,” ujar Miranda dalam wawancara bersama CBS News.

“Hal tersebut terjadi sudah lama sekali. Saya yakin ini terjadi karena sebuah alasan. Cerita ini sudah menjadi bahan pembicaraan orang dan ada hikmah yang bisa saya ambil.

Banyak teman-teman SD yang sudah lama tak bertemu kini menghubungi saya, termasuk beberapa mantan teman sekelas saya,” tambahnya.

Sebelumnya, juga ada kisah romantis yang tertera dalam secarik kertas. Pesan itu ditemukan dalam sebuah botol yang dilempar ke laut oleh pasangan asal Inggris yang tengah berlibur di Pulau Rhodes, Yunani.

Dikutip dari laman AsiaOne, pesan dalam botol itu terombang-ambing oleh ombak selama berhari-hari ke arah tenggara, melintas Laut Mediterania. Ternyata pesan itu tiba di pesisir laut Jalur Gaza dan ditemukan oleh nelayan setempat.

Setelah mengapung selama dua bulan, Jihad Al-Soltan melihat botol kaca tersebut dan membuka isi pesannya. Ternyata, pengirim surat itu bernama Bethany Wright dan kekasihnya, Zac Marriner.

Dalam pesan tersebut tertera pula alamat email Bethany dan meminta kepada siapa saja yang menemukan botol itu untuk membalas pesannya dan memberi tahu lokasi botol tersebut.

“Saat ini kami tengah berlibur di Pulau Rhodes, Yunani. Kami ingin tahu seberapa jauh botol ini berkelana,” tulis pesan tersebut. Jika dihitung, jarak yang sudah ditempuh oleh botol kaca tersebut sekitar 800 ribu kilometer.

“Saya sudah mengirim email kepada Bethany dan mereka tak pernah menduga jika pesan dalam botol yang mereka lempar ke laut telah tiba di Gaza,” ujar Al-Soltan.

Kisah-kisah Pesan Dalam Botol

Satu kisah nyata memilukan yang misterius berasal dari catatan Chunosuke Matsuyama. Ia adalah seorang pelaut Jepang yang menjadi korban kapal karam bersama 44 krunya di tahun 1784.

Dalam pelayaran, kapal mereka dihantam badai dan karam di lautan Pasifik. Matsuyama dan sejumlah krunya yang selamat terdampar di sebuah pulau karang terpencil di Pasifik.

Setengah putus asa melihat rekannya satu persatu tewas kelaparan, Matsuyama menuliskan tragedi yang menimpa mereka di atas sebuah kulit kayu lalu memasukkannya ke sebuah botol. Setelah menyegel botol agar kedap air, ia melemparkannya ke lautan.

Kira-kira 150 tahun kemudian di tahun 1934, pesan dalam botol yang dituliskan Matsuyama tersapu ombak dan mendarat di pantai berpasir di desa kelahirannya. Tak ada penjelasan yang bisa menjawab bagaimana pesan itu bisa sampai di desa kelahiran Matsuyama?

Itulah tadi kisah tentang pesan yang ditulis dalam botol yang ternyata sudah ada sejak dulu. Semoga artikel ini memberikan wawasan dan pengetahuan para pembaca semua. Terima kasih

6 recommended
0 views
bookmark icon