Apa Itu Xanthelasma? Berikut Penjelasannya Lebih Dalam Lagi

Published 2 weeks ago -


Sebagai seorang manusia sudah pasti akan merasakan salah satu penyakit yang menyerang tubuh seseorang. Namun dengan anda mengetahui segalanya mengenai penyakit apa saja yang akan menyerang tubuh anda, ada baiknya anda untuk mengetahuinya lebih lanjut lagi. Yuk Mari simak lebih lanjut lagi melalui artikel ini.

Xanthelasma adalah kondisi munculnya plak kuning seperti gumpalan lemak di atas atau di bawah kelopak mata, tepatnya di sudut mata atau canthus yang dapat berkembang seiring waktu. Penyakit kulit ini termasuk yang paling umum terjadi, khususnya pada wanita usia paruh baya hingga usia senja. Namun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi pada pria di segala usia. Xanthelasma yang tumbuh dapat berbentuk seperti gumpalan lembut, berkapur, atau semi padat, dengan posisi simetris di kelopak mata.

Terdapat 4 titik kelopak mata di mana gumpalan tersebut biasanya muncul, yaitu di atas dan di bawah sudut mata bagian dalam, pada mata kanan dan kiri. Kelopak mata bawah kerap menjadi area yang sering ditumbuhi gumpalan tersebut. Walaupun xanthelasma jarang terjadi dan tidak membahayakan, kondisi ini bisa menjadi gejala dari suatu penyakit serius, seperti penyakit jantung atau stroke. Selain itu, xanthelasma tidak dapat hilang dengan sendirinya dan memerlukan bantuan medis untuk penanganannya.

Penyebab Xanthelasma

Xanthelasma disebabkan oleh kelainan enzim yang terakumulasi di dalam sel kulit, khususnya di sekitar area mata, dan kerap diasosiasikan dengan hiperlipidemia (kadar lemak yang tinggi dalam darah). Pada kondisi ini, kolesterol “jahat” (LDL) dalam darah terdorong keluar ke permukaan kulit dan membentuk gumpalan berwarna kuning seperti lemak atau lipid. Beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami xanthelasma adalah:

  • Rendahnya kadar kolesterol “baik” (HDL) dalam darah.
  • Memiliki riwayat penyakit kolesterol atau hiperkolesterolemia.
  • Memiliki penyakit sirosis bilier primer atau kerusakan pada saluran empedu hati.
  • Diabetes.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Selain itu, penderita obesitas dan perokok juga berisiko tinggi mengalami penyakit ini, dikarenakan kedua faktor tersebut dapat meningkatkan penimbunan lemak dalam tubuh dan memicu terjadinya serangan jantung.

Gejala Xanthelasma

Secara singkat, gejala xanthelasma hanya ditandai dengan munculnya lipid atau lemak berwarna kekuningan yang terus bertumbuh di sekitar kelopak mata. Dalam kasus tertentu, gejala xanthelasma memiliki kemiripan dengan penyakit kulit lainnya. Disarankan bagi mereka yang mengalami gejala tersebut untuk menemui dokter agar dapat didiagnosa dan ditangani dengan tepat.

Diagnosis Xanthelasma

Pada awalnya, dokter akan memeriksa gumpalan atau benjolan pada kelopak mata pasien, mulai dari warna dan ukurannya untuk mengetahui jika terdapat indikasi penyakit xanthelasma. Mengingat kondisi ini dapat dipicu oleh suatu kondisi lainnya, maka tes lanjutan seperti pemeriksaan tekanan darah, tes laboratorium, dan tes kesehatan jantung, kemungkinan akan dilakukan.

Pengobatan Xanthelasma

Walaupun xanthelasma tidak membahayakan, namun sangat disarankan untuk melakukan pengobatan agar lipid tidak terus bertumbuh dan mengganggu penglihatan. Penanganan bisa dilakukan melalui perubahan gaya hidup (termasuk pola makan) atau melalui tindakan bedah.

Mengubah Pola Hidup

Hal ini umumnya dilakukan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan menekan petumbuhan dari lipid. Selain itu, beberapa potensi penyakit seperti serangan jantung atau stroke juga bisa dicegah melalui cara ini.

Tindakan Bedah

Dalam kasus di mana penderita terganggu dengan gumpalan lemak yang tumbuh, tindakan bedah dapat dilakukan untuk mengangkat lapisan tersebut dari sekitar kelopak mata. Besarnya sayatan yang diperlukan akan disesuaikan dengan kondisi lipid yang tumbuh. Selain bedah, cara lain yang dapat dilakukan untuk mengangkat gumpalan tersebut di antaranya adalah melalui teknik Electrodessication dan Cryotherapy. Kedua teknik ini bertujuan untuk mematikan sel yang menyebabkan xanthelasma terjadi.

Electrodessication dilakukan dengan bantuan gelombang listrik, sedangkan cryotherapy menggunakan suhu yang sangat dingin. Efek samping yang mungkin terjadi dari kedua metode ini adalah munculnya jaringan parut dan hipopigmentasi. Keduanya juga tidak dapat dilakukan jika xanthelasma sudah meluas ke dalam mencapai otot.

Selain itu metode-metode di atas, ada juga teknik yang disebut sebagai ablasi laser argon dengan menggunakan gas karbon dioksida. Dalam teknik ini, dokter akan menggunakan sinar laser untuk menghancurkan lemak secara bertahap. Pasien akan diberikan suntikan anestesi lokal sebelum tindakan dilakukan. Untuk meminimalisir efek samping seperti efek parut, teknik kauterisasi dengan cairan kimia dapat dilakukan. Dalam teknik ini, dokter akan mengoleskan zat seperti asam asetat diklorinasi, asam monokloroasetat, asam diklororoetat, atau asam trikloroasetat untuk mematikan jaringan pada gumpalan xanthelasma.

Walau tindakan bedah umumnya disarankan untuk mengobati xanthelasma, perlu diingat bahwa prosedur ini tidak lepas dari potensi komplikasi, seperti perubahan struktur kelopak mata dan gangguan pertumbuhan bulu mata setelah operasi, atau perubahan warna kulit dan hipopigmentasi setelah penggunaan cairan kimia, seperti asam trikloroasetat.

Pencegahan Xanthelasma

Mengingat pemicu utama xanthelasma adalah kolesterol tinggi, maka pencegahan utama yang perlu dilakukan adalah dengan dengan menjaga pola makan dan mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter secara rutin agar kadar kolesterol tersebut menurun dan tidak menumpuk. Hal ini juga dapat membantu menurunkan risiko terserang penyakit lainnya, seperti penyakit jantung atau stroke.

Sampai disini sajalah perjumpaan kita pada artikel kali ini yang sudah mengupas dengan tuntas mengenai penyakit Xanthelasma, guna anda menemahami isi artikel agar anda mengetahui segalanya apa-apa saja yang meliputi penyakit tersebut dan apa saja yang bisa anda lakukan untuk selalu bisa mencegah serta pengobatan yang akan dilakukan tim medis. Semoga artikel ini juga bisa memberikan informasi yang lebih akurat lagi dan bisa menambah wawasan anda di seputaran penyakit. Akhir kata saya ucapkan banyak terimakasih atas waktu dan perhatian anda dalam memahami

2 recommended
0 views
bookmark icon